Bahasa Indonesia 3

Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD dalam Bahasa Indonesia


Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanngal 16 agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring.


Penggunaan Huruf Besar atau Huruf Kapital

a. Huruf pertama kata ganti "Anda"

- Ke mana Anda mau pergi Bang To yib?

- Saya sudah menyerahkan uang itu kepada Anda setahun yang lalu untuk dibelikan PS3.

b. Huruf pertama pada awal kalimat.

- Ayam kampus itu sudah ditertibkan oleh aparat pada malam jumat kliwon kemarin.

- Anak itu memang kurang ajar.

- Sinetron picisan itu sangat laku dan ditonton oleh jutaan pemirsanya sedunia.

c. Huruf pertama unsur nama orang

- Yusuf Bin Sanusi

- Albert Mangapin Sidabutar

- Slamet Warjoni Jaya Negara

d. Huruf pertama untuk penamaan geografi

- Bunderan Senayan

- Jalan Kramat Sentiong

- Sungai Ciliwung

e. Huruf pertama petikan langsung

- Pak kumis bertanya, "Siapa yang mencuri jambu klutuk di kebunku?"

- Si panjul menjawab, "Aku tidak Mencuri jambu klutuk, tetapi yang kucuri adalah jambu monyet".

- "Ngemeng aja lu", kata si Ucup kepada kawannya si Maskur.

f. Huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang atau instansi.

- Camat Pesanggrahan

- Profesor Zainudin Zidane Aliudin

- Sekretaris Jendral Departemen Pendidikan Nasional

g. Huruf Pertama pada nama Negara, Pemerintahan, Lembaga Negara, juga Dokumen (kecuali kata dan).

- Mahkamah Internasional

- Republik Rakyat Cina

- Badan Pengembang Ekspor Nasional


Referensi : Organisasi.org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia

Tanggal : 30 Dember 2009



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bahasa Indonesia 2

Pengertian Kalimat dan Unsur Kalimat


Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum :
- Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama.
- Pergi!
- Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu.

- The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah.
Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
- Subjek / Subyek (S)
- Predikat (P)
- Objek / Obyek (O)
- Keterangan (K)

Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap

1. Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari gabungan minimal satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. Contoh kalimat Lengkap :
- Presiden SBY (S) membeli (P) buku gambar (O)
- Si Jarwo (S) Pergi (P)
- PKI (S) digagalkan (P) TNI (O)

2. Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah kamilat yang tidak sempurna karena hanya memiliki sabyek saja, predikat saja, objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap dapat berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman. Contoh kalimat tak lengkap :
- Selamat sore
- Silakan Masuk!
- Kapan menikah?
- Hei, Kawan...

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

1. Kalimat Aktif
Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- dibagi menjadi dua macam :
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
- Ayah membeli daging
- Kadir merayu gadis desa
- Bang Jajang bertemu Juminten
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
- Adik menangis
- Umar berantem
- Sejak dahulu kala Junaidi merenung di dalam tempat persembunyiannya di Batu Malang

2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-
- Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
- Ayam dipukul Kucing
- Bunga anggrek hitam itu terinjak sudah layu.

Referensi : Organisasi.org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
Tanggal : 30 Desember 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bahasa Indonesia 1

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia adalah bahasa kerja (working language).

Dari sudut pandang linguistika, bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19, namun mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan di awal abad ke-20. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Di tahun 1901, Indonesia (sebagai
Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A. Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."

Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
Tanggal : 30 Desember 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CERPEN 4

I LOVE MAMA AND PAPA


Mamaku adalah seorang mama yang sangat aku banggakan. Mama adalah sosok yang sangat tegas, ramah, mandiri dan selalu menolong . Ia juga penyayang sekali. Mamaku bukan ibu biasanya pada umumnya, ia bukan hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi semua urusan rumah tetapi ia juga bekerja sebagai wanita karier. Mama merupakan ibu yang pantang menyerah, ia tak pernah lelah menjagaku sampai saat ini, aku takkan bisa membalas jasanya yang telah mengandungku selama 9 bulan walau aku selalu nakal terhadapnya tapi ia selalu memberikan nasihat padakku. Semua yang mamaku lakukan dan ia melakukanya tanpa pamrih,, Dikala aku ingin pergi bersama teman-teman ku dan Papaku tidak memperbolehkanku untuk pergi tetapi mamaku mengizinkan ku lalu papa kku akhirnya jiga mengizinkanku,, Mamaku sangat percaya padaku, dan aku pun harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan pada mamaku. Saat orang sedang berbincang-bincang mamaku hanya diam saja, karena ia tak pernah membicarakan jelek tentang seseorang. Ia ramah dan baik hati pada semua orang. Dengan rekan kerjanya pun ia sangat baik dan selalu menolong tanpa pamrih. Ia ibu yang sangat sempurna ,ia pun juga pantang menyerah. Walaupun ada orang yang jahat padanya , ia tak pernah membalasnya dan ia hanya membalasnya dengan senyuman. Aqu pun tak hanya sayang pada Mama tapi aku juga sayang pada Papaku tersayang. Papaku adalah papa yang tegas, bijaksana dan Baik hati. Ia sosok papa yang sangat ku banggakan dan ia juga selalu bangga terhadap anak-anaknya. Papa sangat bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja dari pagi hingga malam. Atau disaat malam takbiran datang papaku bekerja dari pagi hingga pagi lagi. Dan saat lebaran tiba papaku juga terkadang masuk untuk bekerja mencari nafkah. Ia sosok papa yang pantang menyerah dan aku sayang padanya. Ia pun bukan hanya menghidupi aku dan mamaku tapi ia bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ia sangat berhati mulia dan tak ada papa dan mama yang sehebat papa dan mamaku. Aku akan membalas jasa-jasamu walau aku takkan pernah bisa membalasnya, tetapi aku harus bisa membanggakan mereka. Karena aku ingin sekali melihat mereka bangga dan tersenyum padaku. Aku ingin menjadi sosok wanita yang sukses dan mandiri dan membanggakan semua orang.
Tanggal : 30 Desember 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CERPEN 3

SORRY TO EVER FORGET YOU 'PAPA'

Biasanya bagi seorang anak perempuan yang telah beranjak dewasa, yang sedang bekerja di daerah perantauan, yang ikut suaminya keluar kota atau negri, yang sekolah atau kuliah jauh dari orang tuanya, akan lebih sering merasa kangen dengan mamaanya. Lalu bagaimana dengan Papa?Mungkin karna mama lebih sering menelphon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu? jika ternyata papalah yang meningatkan mama untuk menelphonmu.
Mungkin dulu sewaktu kecil, mama lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng tapi tahukah?. Bahwa sepulang papa bekerja dan dengan wajah lelah papa selalu mnanyakanmu Pada saat kamu masih seorang anak perempuan keccl, Papa yang biasanya mngajari putri kecilnya naik sepeda dan setelah Papa menggangpmu bisa, Ia akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian mama berkata jangan dulu di lepas roda bantunya, karna mama tidak ingin putrinya jatuh dan terluka. Tapi sadarkah bahwa papa dengan yakin membiarkanmu, menatapmu dann menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karna ia yakin KAMU PASTI BISA.
Pada saat dirimu merengek meminta boneka atau mainan baru, mama akan menatapmu iba, tapi papa akan mengatakan dengn tegas 'boleh, kita beli nanti tapi tidak sekarang' papa melakukan itu karna tidak ingin kamu jadi anak yang manja dengan semua tuntutan yg slalu dpt dituruti. ketika km sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut untuk dapat izin keluar malam dan papa bersikap tegas mengatakan 'tidak boleh'. Tahukah kamu, bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu,karena baginya kamu adalah sesuatu yg sangat-sangat paling berharga. Setelah itu kamu masuk kamar dengan membanting pintu, dan mama akan mengetuk pintu dan menasihati dengan lembut, tapi papa memejamkan mata dan menahan gejolak dalam batinnya.

Saat seorang cowo mulai sering menelponmu atau bahkan datang kerumah menemuimu, papa akan memasang wajah paling cool sedunia, papa sesekali akan menguping atau mengintip saat kamu ngobrol berdua diruang tamu,sadarkah bahwa hati papa merasa cemburu :)Saat kamu mulai lebih dipercaya dan papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan papa adalah duduk diruang tamu dan menunggumu pulang dengan khawatir dan setelah rasa khawatirnya berlarut-larut, ketika melihat putrinya pulang larut malam, ia akan marah tapi itu karena ia takut jika putrinya akan meninggalkannya .

Setelah lulus sma, papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi dokter atau insinyur, ketahuilah bahwa seluruh paksaan itu semata-mata hanya karna ia memikirkan msa depanmu, tapi toh ia tetap tersenyum dan mendukung setiap pilihanmu.Ketika kamu menjadi gadis dewasa, dan kamu harus kuliah di kota lain, papa harus melepasmu.Tahukah kamu, bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu. Papa hanya bisa tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu dan menyuruhmu untuk menjaga diri. Padahal papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat - erat. Tapi dibalik it, papa menghapus air mata disudut matanya. Papa begitu agar kamu kuat saat kamu butuh uang untuk semesteran dan kehidupanmu, papa adalah orang pertama yang mengerutkan kening, papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya dapat mersa sama denagn teman - temannya.

Ketika permintan mu bukan lagi sekedar boneka, dan papa tau ia tidak bisa memberi, kata2 yang keluar adalah tidak bisa, tp padahal papa ingin berkata iya, saat itulah ia merasa telah gagal membuat anaknya tersenyum. saatnya kamu diwisuda, papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk mu, papa akan tersenyum bangga melihat putri kecilnya yang tidak manja tambah dewasa dan telah jadi seseorang.
Sampai saat seorang teman lelakimu datang krumah dan meminta izin untuk mengambilmu darinya, papa akan sangat hati-hati memberi izin, karena papa tau bahwa lelaki itu yang akan mengantikan posisinya nanti. dan akhirnya, saat melihatmu duduk dipelaminan dgn lelaki itu, papa akan tersenyum bahagia.Apakah kamu tau? bahwa dihari bahagia itu, papa pergi kebelakang pelaminan sebentarDan menangis. ia menangis akrena bahagia kemudian berdoa, dalam lirih doanyaIa berkatanya Allah, tugasku telah selesai dengan baik' putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik, bahagiakan dia dengan suaminya.

Setelah itu, papa hanya bisa menunggu kedatangan mu bersama cucu-cucunya nanti yang sesekali datang menjenguk. dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan bdn serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, papa telah menyelesaikan tugasnya..Papa, Bapak, Ayah atau lainnya adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat ia ingin memanjakanmu dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA dalam segala hal. I LOVE YOU PAPA.

Tanggal : 27 Desember 2009




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas B.Indo 1

KONSELING EKSISTENSIAL
Pertemuan manusiawi sebagai wadah konseling eksistensial


Apabila kita ingin memahami apakah sebenarnya konseling itu, maka berdasarkan metode Fenomenologi, kita akan melihatnya sebagai PERTEMUAN MANUSIAWI (Human encounter). Apakah sesungguhnya pertemuan manusiawi itu? Suatu pertemuan manusiawi yang auntentik selalu mengandung arti bahwa saya, sekurang – kurangnya selama beberapa saat HADIR SECARA TOTAL pada SEORANG. Jadi pertemuan manusiawi mengandung arti bahwa saya mengambil bagian dalam eksistensi orang lain itu, dalam hidup orang lain itu, dalam cara keberadaannya di dunia.
Suatu pertemuan manusiawi sedemikian bisa muncul sebagai suatu hadiah yang tak tersangka – sangka dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya saya duduk di samping seorang yang belum saya kenal. Kami mulai omong – omong tentang soal – soal harian yang ringan. Orang itu menceritakan kepada saya tentang keluarganya, bahkan pengalaman pahit yang dialaminya. Hatiku tergerak untuk melayani dia dengan sesuatu cara yang melebihi formalitas. Orang itu seolah - olah membuka tabir sosialnya, ia mengundang saya memasuki tempat suci dari kehidupan batiniahnya. Kami merasakan dan mengungkapkan suatu realitas baru. Apakah realitas baru itu? Apakah hubungan baru atau vital ini. Apakah ciptaan hubungan yang tiba – tiba ini?
Sesuatu yang sungguh – sungguh real telah timbul diantara kami, kami saling memberi perhatian (Concern), ada kontak batin diantara kami berdua.
Kadang – kadang pertemuan yang singkat, ucapan terima kasih sudahlah cukup melahirkan pengalaman hubungan tersembunyi antara dua manusia dan melalui kata –kata demikian kedua insan tersebut saling menemukan kepribadian masing – masing.
Apabila kita perhatikan baik – baik fenomena atau gejala pertemuan demikain itu, akan kita sadari bahwa “PENGALAMAN KITA” yang muncul itu mempunyai arti yang sangat dalam. Di dalam suatu pertemuan sejati, kita alami bahwa kita memberi pelayanan satu terhadap yang lain.
Ada lagi satu perbedaan antara “Pengalaman kita” dan pertemuan rutin yang kita lakukan dengan manusia – manusia lain. Tiap orang mempunyai kualitas – kualitas objek sendiri. Apabila secara kebetulan bertemu dengan seseorang dalam masyarakat saya cenderung untuk mengkategorisasikan dia dengan cara meredusir seluruh keberadaannya kedalam sifat – sifat umum yang bisa dikatakan tentang siapa saja. Tetapi pengalaman pertemuan sejati ini membuat semua kualitas itu mundur kelatar belakang atau menciut dan tidak berarti. Apabila saya sudah meredusir dia kedalam kualitas – kualitas lahiriyah itu maka antara kami sudah tidak akan tumbuh pertemuan sejati. Reduksi dari pribadi yang unik itu kadalam beberapa kualitas objektif dan yang dapat diukur memustahilkan pertemuan manusiawi. Hal demikian memustahilkan konseling. Pertemuan manusiawi adalah “jantung”nya psikoterapi, dasar perubahan dan pertumbuhan. Pertemuan manusiawi adalah kesembuhan dalam arti yang sedalam – dalamnya.


PERTEMUAN TERAPEUTIK YANG AUTENTIK


Ada banyak situasi dimana termanifestasikan perjumpaan manusiawi yang sebenarnya, dimana ada perhatian dan pengertian tetapi tidak bersifat terapeutis. Bilamana suatu perjumpaan manusiawi bersifat terapeutis? Kondisi – kondisi manakah yang memungkinkan perjumpaan manusia terapeutis?
Perjumpaan manusiawi terapeutis berlangsung bila saya merasa terlibat dalam kehidupan pribadi orang lain sehingga saya merasa terpanggil atau berkewajiban untuk memberi JAWABAN terhadap suatu PERMINTAAN (appeal) orang lain itu dan orang itu mengatakan bahwa dia memerlukan saya secara sangat PRIBADI, dalam beberapa taraf kehidupan dan perkembangannya.
Perjumpaan manusiawi terapeutik menuntut kehadiran saya secara penuh dalam diri klien yang memanggil saya. Panggilan atau permintaan dari suatu pribadi secara menyeluruh harus dijawab dengan KEHADIRAN dari seorang pribadi secara menyeluruh pula. Sesuatu yang kurang dari itu berarti penghianatan terhadap permohonan klien yang bersangkutan, dan hal ini merupakan pelolosan (escape) dari pada memberikan diri sendiri bagi orang lain dalam rangka penjumpaan manusiawi yang bersifat terapeutik. Untuk dapat memberikan kesembuhan diperlukan kehadiran konselor secara total dalam diri konseli.

Tanggal : 24 Desember 2009




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas B.Indo 2

BAB V
KASUS
DI PUSAT BIMBINGAN DAN PENYULUHAN


1. Pertemuan Dengan Kasus
Sesuai kulaih “ Dasar – Dasar Bimbingan dan konseling pertengahan bulan Desember 1984. Dimana dibahas masalah konflik in autentik, dengan ditemani oleh seorang kawan putrinya Seorang Mahasiswi memberanikan diri mendekati saya dnegan permintaan agar saya bersedia berbicara sebentar dengan dia.”
Permintaan ini saya kabulkan, lalu kami mengambil tempat yang agak sepi dan mulai melakukan dialog. Saya sama sekali tidak mengira bahwa sang mahasiswi akan menyampaikan masalah pribadinya yang ternyataada kaitannya dengan bahan kuliah antara lain pertemuan manusiawi dan masalah konflik in autentik dimana ada imposisi norma - norma “Iuran” kepada seseorang, sedangkan orang yang bersangkutan merasa terbelenggu dalam dosa akibat ketidak mampunya merealisir atau mengaktualisir norma –norma eksternal yang dicekokan kepadanya .


2. Identifikasi Kasus
A. Data Pribadi :
Nama : N.
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 1975
Jenis Kelamin : Wanita/Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Asal : Padang
Pendidikan :
a. SAA (Sekolah Asisten Apoteker)
b. Mahasiswi Jurusan Kimia, IKIP,
Tingkat ....................................
Pekerjaan : Asisten Apoteker di salah satu apotek Jakarta.



B. Data Keluarga
Nama Ayah : Prof. Mr. N
Tempat/Tgl.Lahir : Meninggal tahun 1968 dalamusia 61 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Universitas Van Leiden negeri Belanda
Pekerja : Penasihat Mentri Dalam Negeri
Nama Ibu : Ny. N.
Tempat/Tgl.Lahir : 57 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Setaraf S.M.A di Zaman Belanda
Pekerja : Ibu Rumah Tangga



C. Susunan Anggota keluarga : Anak- Anak
1. Laki – Laki 40 Tahun
2. Laki – Laki 38 Tahun
3. Perempuan 36 Tahun
4. Laki – Laki 34 Tahun
5. Perempuan 30 Tahun
6. Laki – Laki 29 Tahun
7. Perempuan 28 Tahun (kasus)
8. Laki – Laki 21 Tahun
Semua anak sudah bekerja kecuali adik bungsu. Semua anak sudah berkeluarga kecuali KASUS dan adik bungsunya.



D. Keadaan Keluarganya
- Kasus Tinggal bersama Ibunya.
- Rumah adalah milik pribadi orang tua.
- Kasus mempunyai kamar tidur sendiri dan kamar belajar/bekerja sendiri.



E. Riwayat Hidup
1. Lingkungan
1.1 .Sejak kecil tinggal bersama kedua orang tua dan kakak - kakak + adik.
1.2 .Kasus dekat dengan ayahnya, juga dengan Ibunya.
1.3 .Hubungan Kasus dengan saudara-saudaranya biasa.
1.4 .Kasus merasa kehilangan sewaktu ayahnya meninggalkannya pada usia 11 tahun
1.5 .Sejak kecil Kasus berkenalan – berkawan baik dengan x anak kakak ibunya.
2. Keadaan Kesehatan
Tidak mendapatkan gangguan kesehatan fisik yang berarti.



F. Tingkah Laku Kasus selama wawancara
Pada waktu pertemuan pertama kelihatannya Kasus merasa sangat berat mengungkapkan masalah. Ia hampir menangis Sesudah diam beberapa saat diungkapkannya juga masalahnya. Karen saya mendengarkanya secara sungguh – sungguh dan menunjukkan sikap mau memahaminya maka pembicaraan mulai lancar. Dalam pertemuan kedua ( 7 Januari ) omongannya sangat lancar dan terbuka.


G. Penemuan/Pengumpulan Data
Data ditemukan/dikumpulkan dari :
Cerita/ungkapan pribadi Kasus Wawancara .



H. Hasil Peemuan/Pengumpulan Data
Masalah yang dihadapi Kasus berintikan konflik nilai, sikap dan tindakan antara dirinya sendiri dan ibu kandungnya.
Suatu konflik inautentik
Beginilah konfliknya :
Sejak kecil kasus berkawan dengan sepupu ( anak pria putra paman i.c. kakak kandung ibu ) yang bernama X.
Anak manusia makin hari makin menumbuh, berkembang, membesar dan ........ perlahan tapi pasti kawan BERUBAH menjadi pacar, sejalan dengan ucapan filsup Herakleitos PANTA BHEI (semuanya mengalih) ; waktu berubah, semua berubah dan anak manusia berubah bersama waktu itu. Maka, BERPACARAN habis-habisanlah kedua makhluk yang bersamaan Genus dan berlawanan spesies itu Rousseau tidak akan menyahkan tindakan berpacaran yang memang tuntunan alam kodrat. Lain Rousseau lain ibu kasus. Mula – mula Berdasarkan Einfuhlung atau Intuisi, Lambat laun Berdasarkan gejala tak terelakan Ibu kasus sampai pada keyakinan dan Kepastian yang menyakitkan hatinya ternyata puterinya yang bungsu berpacaran dengan anak kakak kandungnya si X. Ibu melarang keras kelanjutan pacaran ini . Dengan alasan yang pertama : X adalah anak kandung dari paman kandung (menurut adat Minang tidak ada larangan kawin dengan anak paman). Kedua : Si X itu adalah anak dalam keluarga yang berantakan yakni ayah dan ibunya bercerai.
”Dan ...” teriak ibu, ”buah jatuh tidak jatuh dari pohonnya, pasti si X akan mengikuti bulat-bulat contoh buruk ayah dan ibunya”. Meskipun ibu tegas melarangnya tetapi karena didorong oleh desakan dari dalam kasus main pacaran belakangan. Sesudah ”main belakang” lama kasus merasa berdosa terhadap ibu lalu memberanikan diri memohon restu ibu untuk menikah . Ibu kembali marah. Hingga taraf ini si X menarik diri dan untuk beberapa lama berhenti berpacaran dengan harapan pernikahan kelak direnungkan . Waktu terus berjalan si X menunjukkan batang hidungnya lagi dan pacaranpun dimulai lagi dengan intesitas yang lebih tinggi malah. Dan susah untuk dipisahkan.

Kesimpulan
Masalah yang dihadapi kasus dengan ibu tidak terselesaikan.
Kasus berani mengkonstartir bahwa ia sedang berada dalam suasana konflik nilai.
Dalam situasi konflik ini ia harus berdiri di pihak nilai autentik untuk berhadapan dengan nilai inautentik.
Tanggal 24 Desember 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas B.Indo 3

FILSAFAT ADA
BAB I

Apakah Filsafat ADA itu? Apa pula wataknya?
I. Uraian mengenai ada, sedang ada, ada dan ajaran ada.
1. Ada = Esse
2. Sedang ada = ens
3. Ajaran ada
II. Apakah sebenarnya filsafat umum itu?
1. Abstraksi pada umumnya
2. Tiga tingkatan abstraksi formal
3. Pandangan terhadap ada
4. Suatu yang rumit timbul
5. Pembatasan dari apanya filsafat ada umum

III. Sifat-sifat dari filsafat ada umum
1. Penyeluruh = meliputi apa saja
2. Mutlak
3. Agung

IV. Nama dari filsafat ada umum
1. Filsafat pertama atau theological
2. Meta fisika
3. Ontologi atau ajaran

V. Garis-garis besar dari filsafat – ada-umum

BAB II
Struktur ADA

I. Masalah dan pemecahannya
1. Masalah
2. Pemecahan pertama : Tiada menjadi hanya ada
3. Pemecahan kedua : Tiada ada hanya menjadi
4. Pemecahan ketiga : Pemisahan antara ada dan menjadi
5. Pemecahan keempat : Pemersatu antara ada dan menjadi

II. Aktus dan potensia
1. Asal mula Aktus dan potensia
2. Uraian dan pembagian potensia
3. Uraian dan pembagian Aktus
4. Perbedaan sebenarnya antara Aktus dan potensia
5. Perubahan bersiratkan Aktus dan potensia
6. Keterbatasan bersiratkan Aktus dan potensia
7. Banyak bersiratkan Aktus dan potensia
8. Susunan yang terdiri dari Aktus dan Potensia
9. Aktus dan potensia sebai bagian dari ada

III. Hakekat dan ada
1. Ada sebagai kesempurnaan
2. Membatasi (verpeking) dan memperbanyak (verveelvondiging) dari ada
3. Essensia dan Eksistensia
4. Sifat dari bersatunya Essensia dan Eksistensia
5. Keberatan terhadap perbedaan sebenarnya antara hakekat dan ada
6. Penentuanisi dari hakekat (kenyataan yang sungguh)
7. Penyungguhan dari hakekat
8. Kesungguhan dari hakekat yang tidak tersungguhkan
9. Sifat dari keintian hakekat

IV. Bahan dan Bentuk
1. Ada banyak hal dan kesempurnaan jenis antara yang satu dan yang sama apabila hakekat mereka terdiri dari Aktus dan Potensia
2. Tidak memungkinkan perubahan hakekat kecuali hakekat (itu) terdiri dari Aktus dan Potensia
3. Pada hakekatnya Aktus dan Potensia memikul nama – bentuk inti dan bahan pertama
4. Bahan pertama
5. Bentuk inti
6. Bersatunya bahan dan bentuk
7. Keputusan

V. Ke – diri – sendirian (selfstandingheid) dan (hal-hal) ke – tambah – an (bykonstigheden)
( Substansia dan Aksidensia )
1. Mungkin perubahan tambahan dalam ada terbatas apabila terdiri dari substansia dan aksidensia
2. Mungkin aktus dalam relitas yang terbatas ada apabila ia terdiri dari substansia dan aksidensia
3. Perbandingan antara substansia dan aksidensia
4. Ke – berada – an dalam aksidensia – aksidensia di dalam substansia
5. Keadaan
6. Hubungan – hubungan
7. Substansia sebagai dari ada sendiri

VI. Sedang – Ada – Sendiri ( het selfbestaande) dan persona (diri sendiri)
1. Pengertian tentang sedang – ada – sendiri
2. Sifat – sifat dari sedang – ada – sendiri
3. Sedang ada sendiri dan bahagian – bahagiannya
4. Perbedaan antara sedang – ada – sendiri dank e – ada – sendirian – an atau alamnya
5. Apa yang membuat sedang – ada sendiri – itu ada – sendiri ?
6. Persona
7. Perbedaan dalam masing – masing ada – sendiri

BAB III

Inti dari sedang – Ada

I. Abstraksi dari ada
1. Abstraksi dari yang sebenarnya
2. Abstraksi yang tidak sebenarnya
3. Ens tidak sebenarnya membiarkan diri untuk abstraksi yang sebenarnya
4. Abstraksi yang sebenarnya dari Ens
II. Kontraksi dari Ens
1. Apa itu kontraksi ?
2. Kontraksi dari penambahan yang sebenarnya
3. Kontraksi melalui penjelasan pengertian
4. Konstraksi dari Ens
5. Ens bukanlah pengertian jenis yang tertinggi

III. Analogi dari ens
1. Milieu dari analogi
2. Analogi yang sebenarnya
3. Analogi yang sebenarnya dari Ens
4. Analogi pengakuan (analogi perbandingan)
5. Analogi perbandingan dari Ens
6. Konklusi

IV. Hukum – hukum dari inti Ada / realitas (devezenswettenvan het ziynde)
1. Hukum identitas dan hokum individualitas
2. Hukum pertentangan
3. Hukum dari tertutupnya kemungkinan ketiga
4. Hukum tentang sebab yang cukup

BAB IV
Sifat – sifat ADA

I. Manakah “SIFAT – SIFAT” ADA ?
II. Satu
1. Satu sebaga sifat dari semua ens
2. Banyak
3. Macam – macam satu
4. Identitas dan perbedaan
III. Benar
1. Macam – macam arti dari kebenaran (benar)
2. Benar sebagai sifat dari semua ada
3. Ketidak benaran atau kepalsuan
IV. Baik
1. Kebaikan sebagai sifat dari semua ada
2. Hakekat kebaikan
3. Yang baik dan nilai
4. Kejahatan

V. Indah
1. Inti keindahan
2. Keindaha sebagai sifat ens dari semua ens

BAB V
Sebab – sebab dari ADA

I. Inti sebab
1. Prinsip atau dasar
2. Bermacam – macam cara dari dasar – ada
3. Dasar mengenal atau alasan (rasio)
4. Dasar ada atau sebab
5. Macam – macam cara sebab
6. Analogi sebab

II. Sebab bahan dan sebab bentuk
1. Sebab bahan
2. Sebab bentuk
3. Ke – sebab – an timbale balik dari sebab – sebab dalam
III. Sebab pembuat
1. Inti sebab pembuat
2. Hokum – inti dari sebab pembuat
3. Macam – macam cara sebab pembuat
4. Sebab alat
5. Realitas dari sebab pembuat

IV. Sebab tujuan
1. Inti sebab tujuan
2. Macam – macam cara sebab tujuan
3. Dasar finalitas atau dasar tujuan
4. Sebab timbale balik dari sebab – sebab luar

Tanggal : 24 Desember 2009




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS