Tugas B.Indo 1

KONSELING EKSISTENSIAL
Pertemuan manusiawi sebagai wadah konseling eksistensial


Apabila kita ingin memahami apakah sebenarnya konseling itu, maka berdasarkan metode Fenomenologi, kita akan melihatnya sebagai PERTEMUAN MANUSIAWI (Human encounter). Apakah sesungguhnya pertemuan manusiawi itu? Suatu pertemuan manusiawi yang auntentik selalu mengandung arti bahwa saya, sekurang – kurangnya selama beberapa saat HADIR SECARA TOTAL pada SEORANG. Jadi pertemuan manusiawi mengandung arti bahwa saya mengambil bagian dalam eksistensi orang lain itu, dalam hidup orang lain itu, dalam cara keberadaannya di dunia.
Suatu pertemuan manusiawi sedemikian bisa muncul sebagai suatu hadiah yang tak tersangka – sangka dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya saya duduk di samping seorang yang belum saya kenal. Kami mulai omong – omong tentang soal – soal harian yang ringan. Orang itu menceritakan kepada saya tentang keluarganya, bahkan pengalaman pahit yang dialaminya. Hatiku tergerak untuk melayani dia dengan sesuatu cara yang melebihi formalitas. Orang itu seolah - olah membuka tabir sosialnya, ia mengundang saya memasuki tempat suci dari kehidupan batiniahnya. Kami merasakan dan mengungkapkan suatu realitas baru. Apakah realitas baru itu? Apakah hubungan baru atau vital ini. Apakah ciptaan hubungan yang tiba – tiba ini?
Sesuatu yang sungguh – sungguh real telah timbul diantara kami, kami saling memberi perhatian (Concern), ada kontak batin diantara kami berdua.
Kadang – kadang pertemuan yang singkat, ucapan terima kasih sudahlah cukup melahirkan pengalaman hubungan tersembunyi antara dua manusia dan melalui kata –kata demikian kedua insan tersebut saling menemukan kepribadian masing – masing.
Apabila kita perhatikan baik – baik fenomena atau gejala pertemuan demikain itu, akan kita sadari bahwa “PENGALAMAN KITA” yang muncul itu mempunyai arti yang sangat dalam. Di dalam suatu pertemuan sejati, kita alami bahwa kita memberi pelayanan satu terhadap yang lain.
Ada lagi satu perbedaan antara “Pengalaman kita” dan pertemuan rutin yang kita lakukan dengan manusia – manusia lain. Tiap orang mempunyai kualitas – kualitas objek sendiri. Apabila secara kebetulan bertemu dengan seseorang dalam masyarakat saya cenderung untuk mengkategorisasikan dia dengan cara meredusir seluruh keberadaannya kedalam sifat – sifat umum yang bisa dikatakan tentang siapa saja. Tetapi pengalaman pertemuan sejati ini membuat semua kualitas itu mundur kelatar belakang atau menciut dan tidak berarti. Apabila saya sudah meredusir dia kedalam kualitas – kualitas lahiriyah itu maka antara kami sudah tidak akan tumbuh pertemuan sejati. Reduksi dari pribadi yang unik itu kadalam beberapa kualitas objektif dan yang dapat diukur memustahilkan pertemuan manusiawi. Hal demikian memustahilkan konseling. Pertemuan manusiawi adalah “jantung”nya psikoterapi, dasar perubahan dan pertumbuhan. Pertemuan manusiawi adalah kesembuhan dalam arti yang sedalam – dalamnya.


PERTEMUAN TERAPEUTIK YANG AUTENTIK


Ada banyak situasi dimana termanifestasikan perjumpaan manusiawi yang sebenarnya, dimana ada perhatian dan pengertian tetapi tidak bersifat terapeutis. Bilamana suatu perjumpaan manusiawi bersifat terapeutis? Kondisi – kondisi manakah yang memungkinkan perjumpaan manusia terapeutis?
Perjumpaan manusiawi terapeutis berlangsung bila saya merasa terlibat dalam kehidupan pribadi orang lain sehingga saya merasa terpanggil atau berkewajiban untuk memberi JAWABAN terhadap suatu PERMINTAAN (appeal) orang lain itu dan orang itu mengatakan bahwa dia memerlukan saya secara sangat PRIBADI, dalam beberapa taraf kehidupan dan perkembangannya.
Perjumpaan manusiawi terapeutik menuntut kehadiran saya secara penuh dalam diri klien yang memanggil saya. Panggilan atau permintaan dari suatu pribadi secara menyeluruh harus dijawab dengan KEHADIRAN dari seorang pribadi secara menyeluruh pula. Sesuatu yang kurang dari itu berarti penghianatan terhadap permohonan klien yang bersangkutan, dan hal ini merupakan pelolosan (escape) dari pada memberikan diri sendiri bagi orang lain dalam rangka penjumpaan manusiawi yang bersifat terapeutik. Untuk dapat memberikan kesembuhan diperlukan kehadiran konselor secara total dalam diri konseli.

Tanggal : 24 Desember 2009




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas B.Indo 2

BAB V
KASUS
DI PUSAT BIMBINGAN DAN PENYULUHAN


1. Pertemuan Dengan Kasus
Sesuai kulaih “ Dasar – Dasar Bimbingan dan konseling pertengahan bulan Desember 1984. Dimana dibahas masalah konflik in autentik, dengan ditemani oleh seorang kawan putrinya Seorang Mahasiswi memberanikan diri mendekati saya dnegan permintaan agar saya bersedia berbicara sebentar dengan dia.”
Permintaan ini saya kabulkan, lalu kami mengambil tempat yang agak sepi dan mulai melakukan dialog. Saya sama sekali tidak mengira bahwa sang mahasiswi akan menyampaikan masalah pribadinya yang ternyataada kaitannya dengan bahan kuliah antara lain pertemuan manusiawi dan masalah konflik in autentik dimana ada imposisi norma - norma “Iuran” kepada seseorang, sedangkan orang yang bersangkutan merasa terbelenggu dalam dosa akibat ketidak mampunya merealisir atau mengaktualisir norma –norma eksternal yang dicekokan kepadanya .


2. Identifikasi Kasus
A. Data Pribadi :
Nama : N.
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 1975
Jenis Kelamin : Wanita/Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Asal : Padang
Pendidikan :
a. SAA (Sekolah Asisten Apoteker)
b. Mahasiswi Jurusan Kimia, IKIP,
Tingkat ....................................
Pekerjaan : Asisten Apoteker di salah satu apotek Jakarta.



B. Data Keluarga
Nama Ayah : Prof. Mr. N
Tempat/Tgl.Lahir : Meninggal tahun 1968 dalamusia 61 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Universitas Van Leiden negeri Belanda
Pekerja : Penasihat Mentri Dalam Negeri
Nama Ibu : Ny. N.
Tempat/Tgl.Lahir : 57 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Setaraf S.M.A di Zaman Belanda
Pekerja : Ibu Rumah Tangga



C. Susunan Anggota keluarga : Anak- Anak
1. Laki – Laki 40 Tahun
2. Laki – Laki 38 Tahun
3. Perempuan 36 Tahun
4. Laki – Laki 34 Tahun
5. Perempuan 30 Tahun
6. Laki – Laki 29 Tahun
7. Perempuan 28 Tahun (kasus)
8. Laki – Laki 21 Tahun
Semua anak sudah bekerja kecuali adik bungsu. Semua anak sudah berkeluarga kecuali KASUS dan adik bungsunya.



D. Keadaan Keluarganya
- Kasus Tinggal bersama Ibunya.
- Rumah adalah milik pribadi orang tua.
- Kasus mempunyai kamar tidur sendiri dan kamar belajar/bekerja sendiri.



E. Riwayat Hidup
1. Lingkungan
1.1 .Sejak kecil tinggal bersama kedua orang tua dan kakak - kakak + adik.
1.2 .Kasus dekat dengan ayahnya, juga dengan Ibunya.
1.3 .Hubungan Kasus dengan saudara-saudaranya biasa.
1.4 .Kasus merasa kehilangan sewaktu ayahnya meninggalkannya pada usia 11 tahun
1.5 .Sejak kecil Kasus berkenalan – berkawan baik dengan x anak kakak ibunya.
2. Keadaan Kesehatan
Tidak mendapatkan gangguan kesehatan fisik yang berarti.



F. Tingkah Laku Kasus selama wawancara
Pada waktu pertemuan pertama kelihatannya Kasus merasa sangat berat mengungkapkan masalah. Ia hampir menangis Sesudah diam beberapa saat diungkapkannya juga masalahnya. Karen saya mendengarkanya secara sungguh – sungguh dan menunjukkan sikap mau memahaminya maka pembicaraan mulai lancar. Dalam pertemuan kedua ( 7 Januari ) omongannya sangat lancar dan terbuka.


G. Penemuan/Pengumpulan Data
Data ditemukan/dikumpulkan dari :
Cerita/ungkapan pribadi Kasus Wawancara .



H. Hasil Peemuan/Pengumpulan Data
Masalah yang dihadapi Kasus berintikan konflik nilai, sikap dan tindakan antara dirinya sendiri dan ibu kandungnya.
Suatu konflik inautentik
Beginilah konfliknya :
Sejak kecil kasus berkawan dengan sepupu ( anak pria putra paman i.c. kakak kandung ibu ) yang bernama X.
Anak manusia makin hari makin menumbuh, berkembang, membesar dan ........ perlahan tapi pasti kawan BERUBAH menjadi pacar, sejalan dengan ucapan filsup Herakleitos PANTA BHEI (semuanya mengalih) ; waktu berubah, semua berubah dan anak manusia berubah bersama waktu itu. Maka, BERPACARAN habis-habisanlah kedua makhluk yang bersamaan Genus dan berlawanan spesies itu Rousseau tidak akan menyahkan tindakan berpacaran yang memang tuntunan alam kodrat. Lain Rousseau lain ibu kasus. Mula – mula Berdasarkan Einfuhlung atau Intuisi, Lambat laun Berdasarkan gejala tak terelakan Ibu kasus sampai pada keyakinan dan Kepastian yang menyakitkan hatinya ternyata puterinya yang bungsu berpacaran dengan anak kakak kandungnya si X. Ibu melarang keras kelanjutan pacaran ini . Dengan alasan yang pertama : X adalah anak kandung dari paman kandung (menurut adat Minang tidak ada larangan kawin dengan anak paman). Kedua : Si X itu adalah anak dalam keluarga yang berantakan yakni ayah dan ibunya bercerai.
”Dan ...” teriak ibu, ”buah jatuh tidak jatuh dari pohonnya, pasti si X akan mengikuti bulat-bulat contoh buruk ayah dan ibunya”. Meskipun ibu tegas melarangnya tetapi karena didorong oleh desakan dari dalam kasus main pacaran belakangan. Sesudah ”main belakang” lama kasus merasa berdosa terhadap ibu lalu memberanikan diri memohon restu ibu untuk menikah . Ibu kembali marah. Hingga taraf ini si X menarik diri dan untuk beberapa lama berhenti berpacaran dengan harapan pernikahan kelak direnungkan . Waktu terus berjalan si X menunjukkan batang hidungnya lagi dan pacaranpun dimulai lagi dengan intesitas yang lebih tinggi malah. Dan susah untuk dipisahkan.

Kesimpulan
Masalah yang dihadapi kasus dengan ibu tidak terselesaikan.
Kasus berani mengkonstartir bahwa ia sedang berada dalam suasana konflik nilai.
Dalam situasi konflik ini ia harus berdiri di pihak nilai autentik untuk berhadapan dengan nilai inautentik.
Tanggal 24 Desember 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas B.Indo 3

FILSAFAT ADA
BAB I

Apakah Filsafat ADA itu? Apa pula wataknya?
I. Uraian mengenai ada, sedang ada, ada dan ajaran ada.
1. Ada = Esse
2. Sedang ada = ens
3. Ajaran ada
II. Apakah sebenarnya filsafat umum itu?
1. Abstraksi pada umumnya
2. Tiga tingkatan abstraksi formal
3. Pandangan terhadap ada
4. Suatu yang rumit timbul
5. Pembatasan dari apanya filsafat ada umum

III. Sifat-sifat dari filsafat ada umum
1. Penyeluruh = meliputi apa saja
2. Mutlak
3. Agung

IV. Nama dari filsafat ada umum
1. Filsafat pertama atau theological
2. Meta fisika
3. Ontologi atau ajaran

V. Garis-garis besar dari filsafat – ada-umum

BAB II
Struktur ADA

I. Masalah dan pemecahannya
1. Masalah
2. Pemecahan pertama : Tiada menjadi hanya ada
3. Pemecahan kedua : Tiada ada hanya menjadi
4. Pemecahan ketiga : Pemisahan antara ada dan menjadi
5. Pemecahan keempat : Pemersatu antara ada dan menjadi

II. Aktus dan potensia
1. Asal mula Aktus dan potensia
2. Uraian dan pembagian potensia
3. Uraian dan pembagian Aktus
4. Perbedaan sebenarnya antara Aktus dan potensia
5. Perubahan bersiratkan Aktus dan potensia
6. Keterbatasan bersiratkan Aktus dan potensia
7. Banyak bersiratkan Aktus dan potensia
8. Susunan yang terdiri dari Aktus dan Potensia
9. Aktus dan potensia sebai bagian dari ada

III. Hakekat dan ada
1. Ada sebagai kesempurnaan
2. Membatasi (verpeking) dan memperbanyak (verveelvondiging) dari ada
3. Essensia dan Eksistensia
4. Sifat dari bersatunya Essensia dan Eksistensia
5. Keberatan terhadap perbedaan sebenarnya antara hakekat dan ada
6. Penentuanisi dari hakekat (kenyataan yang sungguh)
7. Penyungguhan dari hakekat
8. Kesungguhan dari hakekat yang tidak tersungguhkan
9. Sifat dari keintian hakekat

IV. Bahan dan Bentuk
1. Ada banyak hal dan kesempurnaan jenis antara yang satu dan yang sama apabila hakekat mereka terdiri dari Aktus dan Potensia
2. Tidak memungkinkan perubahan hakekat kecuali hakekat (itu) terdiri dari Aktus dan Potensia
3. Pada hakekatnya Aktus dan Potensia memikul nama – bentuk inti dan bahan pertama
4. Bahan pertama
5. Bentuk inti
6. Bersatunya bahan dan bentuk
7. Keputusan

V. Ke – diri – sendirian (selfstandingheid) dan (hal-hal) ke – tambah – an (bykonstigheden)
( Substansia dan Aksidensia )
1. Mungkin perubahan tambahan dalam ada terbatas apabila terdiri dari substansia dan aksidensia
2. Mungkin aktus dalam relitas yang terbatas ada apabila ia terdiri dari substansia dan aksidensia
3. Perbandingan antara substansia dan aksidensia
4. Ke – berada – an dalam aksidensia – aksidensia di dalam substansia
5. Keadaan
6. Hubungan – hubungan
7. Substansia sebagai dari ada sendiri

VI. Sedang – Ada – Sendiri ( het selfbestaande) dan persona (diri sendiri)
1. Pengertian tentang sedang – ada – sendiri
2. Sifat – sifat dari sedang – ada – sendiri
3. Sedang ada sendiri dan bahagian – bahagiannya
4. Perbedaan antara sedang – ada – sendiri dank e – ada – sendirian – an atau alamnya
5. Apa yang membuat sedang – ada sendiri – itu ada – sendiri ?
6. Persona
7. Perbedaan dalam masing – masing ada – sendiri

BAB III

Inti dari sedang – Ada

I. Abstraksi dari ada
1. Abstraksi dari yang sebenarnya
2. Abstraksi yang tidak sebenarnya
3. Ens tidak sebenarnya membiarkan diri untuk abstraksi yang sebenarnya
4. Abstraksi yang sebenarnya dari Ens
II. Kontraksi dari Ens
1. Apa itu kontraksi ?
2. Kontraksi dari penambahan yang sebenarnya
3. Kontraksi melalui penjelasan pengertian
4. Konstraksi dari Ens
5. Ens bukanlah pengertian jenis yang tertinggi

III. Analogi dari ens
1. Milieu dari analogi
2. Analogi yang sebenarnya
3. Analogi yang sebenarnya dari Ens
4. Analogi pengakuan (analogi perbandingan)
5. Analogi perbandingan dari Ens
6. Konklusi

IV. Hukum – hukum dari inti Ada / realitas (devezenswettenvan het ziynde)
1. Hukum identitas dan hokum individualitas
2. Hukum pertentangan
3. Hukum dari tertutupnya kemungkinan ketiga
4. Hukum tentang sebab yang cukup

BAB IV
Sifat – sifat ADA

I. Manakah “SIFAT – SIFAT” ADA ?
II. Satu
1. Satu sebaga sifat dari semua ens
2. Banyak
3. Macam – macam satu
4. Identitas dan perbedaan
III. Benar
1. Macam – macam arti dari kebenaran (benar)
2. Benar sebagai sifat dari semua ada
3. Ketidak benaran atau kepalsuan
IV. Baik
1. Kebaikan sebagai sifat dari semua ada
2. Hakekat kebaikan
3. Yang baik dan nilai
4. Kejahatan

V. Indah
1. Inti keindahan
2. Keindaha sebagai sifat ens dari semua ens

BAB V
Sebab – sebab dari ADA

I. Inti sebab
1. Prinsip atau dasar
2. Bermacam – macam cara dari dasar – ada
3. Dasar mengenal atau alasan (rasio)
4. Dasar ada atau sebab
5. Macam – macam cara sebab
6. Analogi sebab

II. Sebab bahan dan sebab bentuk
1. Sebab bahan
2. Sebab bentuk
3. Ke – sebab – an timbale balik dari sebab – sebab dalam
III. Sebab pembuat
1. Inti sebab pembuat
2. Hokum – inti dari sebab pembuat
3. Macam – macam cara sebab pembuat
4. Sebab alat
5. Realitas dari sebab pembuat

IV. Sebab tujuan
1. Inti sebab tujuan
2. Macam – macam cara sebab tujuan
3. Dasar finalitas atau dasar tujuan
4. Sebab timbale balik dari sebab – sebab luar

Tanggal : 24 Desember 2009




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MATAKULIAH BAHASA INDONESIA

Bahasa
1. Sistem Lambang Bunyi yangdihasilkan alat-alat ucap dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
2. Perkataan – perkataan yang diakai oleh suatu Bangsa.

Macam –macam Bahasa Yaitu :
- Bahasa Asing
- Bahasa Baku
- Bahasa Bermajas
- Bahasa Daerah
- Bahasa Dalem
- Bahasa Dagang
- Bahasa Ibu- Bahasa Isyarat
- Bahasa Nasional
- Bahasa Negara
- Bahasa Pengantar(penelitian)
- Bahasa Persatuan
- Bahasa Santai(Bahasa Gaul).

Bahasa adalah suatu alat komunikasi anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol (Bunyi Ujaran), yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik Badan.

Fungsi Bahasa :
1. Untuk menyatakan suatu ekspresi
2. Sebagai alat komunikasi
3. Sebagai alat untuk mengadakan Integrasi dan adaptasi sosial
4. Sebagai alat komunikasi untuk mengadakan kontrol sosial.

Fungsi Bahasa Indonesia

A. Sebagai Bahasa Nasional Berfungsi sebagai :
1. Lambang kebanggan Negara

2. Lambang Identitas Bangsa
3. Alat perhubungan antar-warga, antar-daerah dan antar-budaya.
4. Alat penyatuan dari berbagai suku bangsa.

B. Sebagai Bahasa Negara Berfungsi sebagai :
1. Bahasa Resni keNegaraan

2. Bahasa Pengantar didalam Dunia Pendidikan
3. Alat perhubungan tingkat Nasional
4. Alat pengembangan kebudayaan IPTEK.

Tanggal : 15 November 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MATAKULIAH BAHASA INDONESIA 2

Macam - macam Ragam Bahasa

A. Berdasarkan Cara Berkomunikasi

- Ragam Tulisan
- Ragam Lisan


B. Berdasarkan Cara Pandang Penutup

- Ragam Dialeg
- Ragam Terpelajar
- Ragam Resmi
- Ragam Tak Resmi

C. Berdasarkan Topik Pembicaraan

- Ragam Hukum
- Ragam Bisnis
- Ragam Sastra
- Ragam Kedokteran dsb.


Tanggal : 15 November 2009



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI 2

Ku Ingin
Ku Ingin Selalu Bersamamu
Di saat kau sedih maupun senang
Ada di dekatmu membuat diriku terasa nyaman
Aku ingin menjadi kebanggaanmu
Walau aqu tidak bisa membalas jasamu

Ku Ingin Kau Tahu
Bahwa Aqu sangat menghargaimu
Yang ku Ingin hanyalah tetap ada didekatmu
Walau apapun menghadang
Ku akan ada di sampingmu selalu

Ku Ingin Dekat Denganmu
Ku kan selalu menghargaimu
Ku kan selalu menghormatimu
Ku kan selalu Patuh Padamu
Di hatiku hanya ada Dirimu

Ku Ingin Membuatmu bangga terhadap qu
Aku kan berusaha menjadi kebanggaanmu
Impianku hanya ingin membahagiakanmu
Kau selalu ada dihatiku

Tanggal : 15 November 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI 1

KAU

Disaatku membuka mata
Ku lihat kau disampingku
Saat Ku terbangun dari mimpi gelapku
Ku lihat kau disisiku

Kau selalu dihatiku
Kau selalu ada untukku
Kau segalanya untukku
Hidupku hampa tanpamu

Kau menjaga Ku dalam tidur lelapku
Kau temani Ku disaatku membutuhkanmu
Kau selalu membuatku bahagia
Kau limpahkan waktumu ‘tuk buatku gembira

Kau warnai hidupku dengan kasihmu
Kau terangi jiwaku dengan senyummu
Kau adalah segalanya
Tanpa Mu aku tiada artinya

Tanggal : 12 November 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CERPEN

KARUNIA


Begitu banyak orang yang ingin memiliki kekuatan yang dia miliki. Tak tahukah orang-orang itu,, begitu inginnya dia membuang keajaiban yang menyiksa nya? Tak tahukah mereka, betapa dia bersedia melakukan apapun untuk membuang sesuatu yang dia anggap merupakan suatu kutukan?.. Aira berada di suatu taman. Sepertinya itu taman yang terletak di belakang sekolah..Dia melihat Nadya,, teman sebangkunya. Dia juga melihat Ray seorang pria yang di sukai Nadya. Mereka ber bicara,,Nadya tersenyum senangdan Aira mengerti sekarang,,


Nadya telah menyatakan perasaanya. Betapa beruntungnya Nadya bisa menjalani hidup tanpa hidupnya.. Penasaran lalu Aira membuntutinya dan aisa ingin tahu apa yang dilakukannya. Sesuatu yang menakut kan dalam dirinya telah mencegahnya memiliki pacar. Sesuatu yang membuatnya kehilangan dan ketakutan. Baru kali ini sesuatu itu menunjukan hal indah. Lalu mereka menyebrang jalan,,

Ray menggandeng Nadya menyebrang sambil tertawa-tawa tanpa melihat truck yang melaju kencang. Aira ingin berteriak, aisa lari sekuat tenaga untuk mendorong mereka, akan menyingkir. Tapi Aira membeku. Dalam kebekuannya, dia melihat Ray mendorong nila ke arah trotoar. Ray terhindar dari mau,, tetapi tidak bisa mengelak ketika sebuah sedan dari sisi lain menabrakny dan Ray terlempar, Lalu diam tak bergerak. Dari seberang jalan, Aira melihat mata Nadya yang mengucurkan sinar kebencian.”Kenapa kau lakukan itu pada Ray”. Jeritnya sambil menangis. Aira terbangun dari kegelapan. Dan ia mencengram selimut nya. Akankah hal buruk akan terjadi besok, Aira tidak tahan. Mengapa ia bisa meramalkan semua kecelakaan yang akan menimpa orang-orang yang ada di dekatnya dan ia kenal. Dia menganggapnya itu semua sebagai kutukan sejak ia gagal menolong kakak kembarnya.

Semua orang takut dengan nya, karena mereka menganggapnya dewa kematian. Hanya Nadya yang bersedih menjadi sahabatnya. Hanya Nadya yang tidak takut padanya. Lalu Nadya ingin menyatakan perasaany pada ray, tetapi aisa mencegahnya agar mereka tdk pergi ke taman. Nadya tertawa, nah peramal kita beraksi lagi Aira. Seharusnya kamu mencoba meramal untuk dirimu sendiri Misalnya tentang Daniel.. Muka Aira memerah mendengan Nadya menyebut-nyebut nama daniel.tetapi dia mencekal lengan Nadya. ”Jangan pergi ke situ,, Nadya. Sesuatu yang terburuk akan terjadi. Lalu Nadya pun pergi dan kejadian itu langsung terjadi seperti mimpi Aira. Lalu Nadya dan temen-temen sekelasnya pun sangat membenci Aira. Kamu harus menghentikan rasa bersalah atas kematian Reika. Itu yang membuatmu tak mampu menolong teman-temanmu. Itu yang membuatmu membeku saat menolong teman-temanmu. Jelas Daniel dan Aira pun terheran. Dan bertanya pada dan bertanya pada Daniel tentang semuanya. Aku tau semua tentang mu Aira, ucap Daniel. Sadarilah kamu dikarunia untuk menolong sesamu Aira. Malam itu Aira tidak ingin tidur. Dia tidak mau melihat mimpi buruk menimpa siapapun. Sayang matanya terlalu lelah untuk menuruti keinginan hatinya. Aira melihat daniel berjalan melewati kelasnya bersama Nadya. Tidak, tidak,, jangan daniel.

Seorang, bangunkan aku dari mimpiku !. Jangan biarkan aku meilhat mimpiku. Teriakan itu tak mampu mencegah ataupun mengurangi laju pot bunga yang meluncur dari lantai 3 di gedung sekolah. Lalu pot bunga pun Meluncur tanpa apapun ke arah Daniel. Aira tidak ingin melihat saat pot berat terbuat dari tanah liat itu menimpa Daniel. Aira tidak ingin mendengar tawa mengerikan Nadya,, yang berdiri mengawasinya di lantai 3. Rasakan sekarang kamu baru mengetahui rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi, ”Ujar Nadya”. Lalu Aira mengikuti Daniel seharian karena ia tak ingin sesuatu hal buruk menimpa Daniel, yang satu-satunya orang yang mau berbicara padanya.
Lalu Aira pun mengikuti Daniel dari belakang dan menikuti Daniel pun terasa lelah karena ia berkampanye untuk pemilihan sebagai ketu Osis. Aira pun menunggu duduk di tempat pot itu akan jatuh dan pot itu pun melayang nyaris melemparkan tamanan mawar dari tempat semula kemenuju ke Daniel. Pot raksasa merupakan bom bagi Aira, Aira pun menolong Daniel,,tapi ia tetap mentupi Daniel dari pecahan - pecahan pot yang menyebur kemana-mana...

Setelah teror itu berlalu,,, Aira membuka matanya. Lengan dan kakinya terasa perih dan Lututnya pun berdarah ketika beradu dengan lantai. Dihadapannya Daniel dengan kekawatiran dan rasa bangga. Kamu berhasil ucap Daniel.
Aira pun tersenyum lega,, karena mencegah mimpi buruknya menjadi nyata. Ketika dia mendonggak ia melihat Nadya sedang terisak dan Nadya pun meminta maaf pada Aira. ''Bibirnya terucap tanpa suara dan akhirnya mereka pun berteman kembali. Dan Daniel pun sangat mengagumi Aira dan Aira pun mengagumi Daniel. Karena daniel laki-laki yang sangat menolongnya saat dia tidak percaya diri lagi dan sedang putus asa karena Aira tidak ingin mempunyai keajaiban. Dan akhirnya pun Aira mempunyai kepercaan diri lagi berkat Daniel...
Tanggal : 07 - 11 - 2009


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS